makrab

halo gays….. up date yuk…..

kini hadir kembali malam keakraban yang di laksankan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas teknik Universitas muhammadiyah semarang. kegiatan ini akan di laksanakan hari sabtu – minggu tanggal 23 – 24 Desember 2017 di bandungan. Makrab kali ini, Badan Eksekutif mahasiswa Fakultas Teknik mengusung tema ” Membangun Harmonisasi menuju mahasiswa Teknik Berkarakter “.

Jangan sampai ketinggalan ya gays……..

 

Sejarah Pergerakan Mahasiswa

     Mahasiswa merupakan salah satu elemen penting dalam setiap episode panjang perjalanan bangsa ini. Hal ini tentu saja sangat beralasan mengingat bagaimana pentingnya peran mahasiswa yang selalu menjadi aktor perubahan dalam setiap momen – momen bersejarah di Indonesia. Sejarah telah banyak mencatat, dari mulai munculnya Kebangkitan Nasional hingga Tragedi 1998, mahasiswa selalu menjadi garda terdepan. Beberapa tahun belakangan ini telah banyak tercatat bahwa sudah beberapa kali mahasiswa menancapkan taji intelektualitasnya secara aplikatif dalam memajukan peradaban bangsa ini dari masa penjajahan Belanda, Masa Penjajahan Jepang, Masa Pemberontakan PKI, Masa Orde Lama, Hingga Masa orde baru, peran mahasiswa tidak pernah absen dalam catatan peristiwa penting tersebut.

1908

Dalam Sejarah peradaban bangsa Indonesia, ada beberapa catatan peristiwa yang layak kita pandang sebagai awal mula pergerakan mahasiswa di tanah air. Pergerakan tersebut bermula pada tahun 1908. Pada masa itu,mahasiswa – mahasiswa dari lembaga pendidikan STOVIA mendirikan sebuah wadah pergerakan pertama di Indonesia yang bernama Boedi Oetomo, dimana organisasi ini didirikan di Jakarta pada tanggal 20 Mei 1908. Wadah ini merupakan bentuk sikap kritis mahasiswa tersebut terhadap sistem kolonialisme Belanda yang menurut mereka sudah selayaknya dilawan dan rakyat harus dibebaskan dari bentuk penguasaan terhadap sumber daya alam yang dilakukan oleh penjajah terhadap bangsa ini, walaupun terkesan gerakan yang mereka lakukan masih menunjukkan sifat primordialisme Jawa. Organisasi ini berdiri berawal dari kegiatan akademis berupa diskusi rutin di perpustakaan STOVIA yang dilakukan oleh beberapa mahasiswa Indonesia yang belajar di STOVIA antara lain Soetomo, Goenawan Mangoenkoesoemo, Goembrek, Saleh, dan Soeleman. Melalui diskusi itulah mahasiswa – mahasiswa tersebut mulai memikirkan nasib masyarakat Indonesia yang makin memprihatinkan ditengah kondisi penjajahan dan selalu dianggap bodoh oleh Belanda, disamping itu diperparah dengan kondisi para pejabat pemerintahan pada saat itu dari kalangan pribumi (pangreh praja) yang justru makin menindas rakyatnya demi kepentingan pribadi dan kelanggengan jabatannya, seperti menarik pajak yang tingi terhadap rakyat untuk menarik simpati atasan dan pemerintahan Belanda.
Selain itu, pada tahun 1908 ini juga, mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di perguruan tinggi di Belanda yaitu Drs. Mhd. Hatta mendirikan organisasi Indische Vereeninging yang kemudian berubah nama menjadi Indonesische Vereeninging pada tahun 1922. Organisasi ini awalnya merupakan suatu wadah kelompok diskusi mahasiswa yang kemudian orientasi pergerakannya lebih jelas dalam hal politik. Misi nasionalisme yang ditunjukkan organisasi ini lebih jelas dipertajam dengan bergantinya nama organisasi ini menjadi Perhimpunan Indonesia. Melalui majalah Indonesia Merdeka, mereka yang tergabung dalam organisasi ini mulai gesit dalam melancarkan propaganda pergerakannya, sudah banyak artikel yang dimuat dalam majalah tersebut yang mengkritisi bagaimana kondisi bangsa pada saat itu, sampai muncul statement yang mengatakan bahwa sudah saatnya Bangsa Indonesia tidak menyebut negaranya dengan sebutan Hindia Belanda. Termasuk dalam majalah tersebut memuat tulisan yang disebut manifesto 1925 yang isinya antara lain:
1. Rakyat Indonesia sewajarnya diperintah oleh pemerintah yang dipilih mereka sendiri;
2. Dalam memperjuangkan pemerintahan sendiri itu tidak diperlukan bantuan dari pihak mana pun dan;
3. Tanpa persatuan kukuh dari pelbagai unsur rakyat tujuan perjuangan itu sulit dicapai.

Selain itu, masih ada organisasi pemuda mahasiswa yang lain seperti Indische Partij yang secara radikal menyuarakan kemerdekaan Indonesia,selain itu ada juga Sarekat Islam, dan Muhammadiyah yang arah pergerakan politiknya lebih condong ke ideologi nasionalisme demokratik yang berlandaskan Islam. Yang perlu kita catat dalam sejarah kemahasiswaan periode ini adalah ketika insiatif beberapa mahasiswa pada tahun 1908 tersebut telah memunculkan sebuah momentum bersejarah yang diperingati setiap tahun sebagai hari kebangkitan nasional yang jatuh pada saat Boedi Oetomo didirikan. Momentum inilah yang telah menjadi batu loncatan awal bagi setiap pergerakan bangsa di tahun – tahun berikutnya.

1928

Sejarah berlanjut pada periode berikutnya di tahun 1928. Pada awalnya, mahasiswa di Surabaya yang bernama Soetomo pada tanggal 19 oktober 1924 mendirikan Kelompok Studi Indonesia (Indonesische Studie-club). Di tempat yang berbeda, oleh Soekarno dan kawan – kawannya dari Sekoleah Tinggi Teknik (ITB) di Bandung beriniisiatif untuk mendirikan Kelompok Studi Umum (Algemeene Studi Club) pada tanggal 11 Juli 1925. Pembentukan kedua kelompok diskusi ini merupakan bentuk kekecewaan mereka terhadap perkembangan pergerakan politik mahasiswa yang semakin tumpul pada masa itu.
Kemudian pada tahun 1926, terbentuklah organisasi Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) yang merupakan organisasi yang berusaha untuk menghimpun seluruh mahasiswa di Indonesia dan lebih menyuarakan yang namanya wawasan kebangsaan dalam diri mahasiswa. Hal tersebut lah yang kemudian mereka realisasikan dengan menyelenggarakan sebuah kongres paling bersejarah dalam dunia kepemudaan mahasiswa di tanah air. Yaitu Kongres Pemuda II yang berlangsung di Jakarta pada 26-28 Oktober 1928 yang kemudian menghasilkan sumpah pemuda yang sangat bersejarah tersebut.

1945
Periode ini merupakan periode yang sangat penting dalam sejarah bangsa Indonesia, peran pemuda mahasiswa juga tidak lepas dan terlihat sangat vital dalam mewujudkan suatu misi besar bangsa Indonesia pada saat itu yaitu melepaskan diri dari belenggu pejajahan atau merebut kemerdekaan. Kondisi pergerakan mahasiswa pada saat itu tidak semudah pada periode – perode sebelumnya. Secara umum kondisi pendidikan maupun kehidupan politik pada zaman pemerintahan Jepang jauh lebih represif dibandingkan dengan kolonial Belanda, antara lain dengan melakukan pelarangan terhadap segala kegiatan yang berbau politik, dan hal ini ditindak lanjuti dengan membubarkan segala organisasi pelajar dan mahasiswa, termasuk partai politik, serta insiden kecil di Sekolah Tinggi Kedokteran Jakarta yang mengakibatkan mahasiswa dipecat dan dipenjarakan. Dan secara praktis, akhirnya mahasiswa – mahasiswa pada saat itu mulai menurunkan intensitas pergerakannya dan lebih mengerucutkannya dalam bentuk kelompok diskusi. Yang berbeda pada masa tersebut adalah, mahasiswa – mahasiswa pada waktu itu lebih memilih untuk menjadikan asrama mereka sebagai markas pergerakan. Dimana terdapat 3 asrama yang terkenal dalam mencetak tokoh – tokoh yang sangat berpengaruh dalam sejarah, yaitu asrama Menteng Raya, Asrama Cikini, dan Asrama Kebon Sirih. Melalui diskusi di asrama inilah kemudian lahir tokoh – tokoh yang nantinya bakal menjadi motor penggerak penting munculnya kemerdekaan bangsa Indonesia. Tokoh – tokoh tersebut secara radikal dan melalui pergerakan bawah tanah melakukan desakan kepada Soekarno dan Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan setelah melalui radio mereka mendengar bahwa telah terjadi insiden bom atom di Jepang, dan mereka berpikir bahwa inilah saat yang tepat untuk mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia. Mahasiswa – mahasiswa yang terdiri dari Soekarni dan Chairul Saleh inilah yang akhirnya terpaksa menculik tokoh proklamator tersebut sampai ke Rengasdengklok agar lebih memberikan tekanan kepada mereka untuk lebih cepat dalam memproklamasikan kemerdekaan. Peristiwa inilah yang kemudian tercatat dalam sejarah sebagai peristiwa Rengasdengklok.

1966

Pada masa setelah kemerdekaan, mulai bermunculan secara bersamaan organisasi – organisasi mahasiswa di berbagai kampus. Berawal dari munculnya organisasi mahasiswa yang dibentuk oleh beberapa mahasiswa di Sekolah Tinggi Islam (STI) di Yogyakarta, yang dimotori oleh Lafran Pane dengan mendirikan organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pada tanggal 5 Februari 1947. Organisasi ini dibentuk sebagai wadah pergerakan mahasiswa yang dilatarbelakangi oleh 4 faktor utama yang meliputi Situasi Dunia Internasional, Situasi NKRI, Kondisi Mikrobiologis Ummat Islam di Indonesia, Kondisi Perguruan Tinggi dan Dunia Kemahasiswaan. Selain itu pada tahun yang sama, dibentuk pulalah Perserikatan Perhimpunan Mahasiswa Indonesia (PPMI) yang didirikan melalui kongres mahasiswa di Malang. Lalu pada waktu yang berikutnya didirikan juga organisasi – organisasi mahasiswa yang lain seperti Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang berhaluan pada ideologi Marhaenisme Soekarno, Gerakan Mahasiswa Sosialis Indonesia (GAMSOS) yang lebih cenderung ke ideologi Sosialisme Marxist, dan Concentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia (CGMI) yang lebih berpandangan komunisme sehingga cenderung lebih dekat dengan PKI (Partai Komunis Indonesia).Sebagai imbas daripada kemenangan PKI pada pemilu tahun 1955, organisasi CGMI cenderung lebih menonjol dibandingkan dengan organisasi – organisasi mahasiswa lainnya. Namun justru hal inilah yang menjadi cikal bakal perpecahan pergerakan mahasiswa pada saat itu yang disebabkan karena adanya kecenderungan CGMI terhadap PKI yang tentu saja dipenuhi oleh kepentingan – kepentingan politik PKI. Secara frontal CGMI menjalankan politik konfrontasi dengan organisasi – organisasi mahasiswa lainnya terutama dengan organisasi HMI yang lebih berazazkan Islam. Berbagai bentuk propaganda politik pencitraan negatif terus dibombardir oleh CGMI dan PKI kepada HMI, beberapa bentuk propaganda yang mereka wujudkan yaitu salah satunya melalui artikel surat kabar yang berjudul Quo Vadis HMI. Perseturuan antara CGMI dan HMI semakin memanas ketika CGMI berhasil merebut beberapa jabatan di organisasi PPMI dan juga GMNI, terlebih setelah diadakannya kongres mahasiswa V tahun 1961.
Atas beberapa serangan yang terus menerus dilakukan oleh pihak PKI dan CGMI terhadap beberapa organisasi mahasiswa yang secara ideologi bertentangan dengan mereka, akhirnya beberapa organisasi mahasiswa yang terdiri dari HMI, GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia), PMKRI, PMII, Sekretariat Bersama Organisasi-organisasi Lokal (SOMAL), Mahasiswa Pancasila (Mapancas), dan Ikatan Pers Mahasiswa (IPMI), mereka sepakat untuk membentuk KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia). Dimana tujuan pendiriannya, terutama agar para aktivis mahasiswa dalam melancarkan perlawanan terhadap PKI menjadi lebih terkoordinasi dan memiliki kepemimpinan. Munculnya KAMI diikuti berbagai aksi lainnya, seperti Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia (KAPI), Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI), Kesatuan Aksi Sarjana Indonesia (KASI), dan lain-lain.
Berawal dari semangat kolektifitas mahasiswa secara nasional inilah perjuangan mahasiswa yang dikenal sebagai gerakan angkatan ’66 inilah yang kemudian mulai melakukan penentangan terhadap PKI dan ideologi komunisnya yang mereka anggap sebagai bahaya laten negara dan harus segera dibasmi dari bumi nusantara. Namun sayangnya, di tengah semangat idealisme mahasiswa pada saat itu ada saja godaan datang kepada mereka yang pada akhirnya melunturkan idealisme perjuangan mereka, dimana setelah masa orde lama berakhir, mereka yang dulunya berjuang untuk menruntuhkan PKI mendapatkan hadiah oleh pemerintah yang sedang berkuasa dengan disediakan kursi MPR dan DPR serta diangkat menjadi pejabat pemerintahan oleh penguasa orde baru. Namun di tengah gelombang peruntuhan idealime mahasiswa tersebut, ternyata ada sesosok mahasiswa yang sangat dikenal idealimenya hingga saat ini dan sampai sekarang tetap menjadi panutan para aktivis – aktivis mahasiswa di Indonesia, yaitu Soe Hok Gie. Ada seuntai kalimat inspiratif yang dituturkan oleh Soe Hok Gie yang sampai sekarang menjadi inspirasi perjuangan mahasiswa di Indonesia, secara lantang ia mengatakan kepada kawan – kawan seperjuangannya yang telah berbelok idealimenya dengan kalimat “lebih baik terasingkan daripada hidup dalam kemunafikan”.

1974

Periode ini sangat berbeda sekali dengan periode sebelumnya di tahun 1966, dimana pada masa pergerakan mahasiswa tahun 1966 mahasiswa melakukan afiliasi dengan pihak militer dalam menumpas PKI. Pada periode 1974 ini, mahasiswa justru berkonfrontasi dengan pihak militer yang mereka anggap telah menjadi alat penindas bagi rakyat. Gelombang perlawanan bermula sejak dinaikkannya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dianggap meneyengsarakan rakyat. Selain itu, isu pemberantasan korupsi juga dengan lantang digalakkan oleh mahasiswa yang mendesak agar pemerintah lebih tegas dalam menjerat koruptor yang terdiri dari pejabat – pejabat pemerintahan saat itu. Melalui pergerakan inilah muncul suatu gerakan yang disebut “Mahasiswa Menggugat” yang dimotori oleh Arif Budiman dan Hariman Siregar yang menyuarakan isu korupsi dan kenaikan BBM. Menyusul pergerakan mahasiswa yang terus meluas, secara inisisatif mahasiswa membentuk Komite Anti Korupsi (KAK) yang diketuai oleh Wilopo.
Namun ketika kebusukan – kebusukan rezim pemerintahan orde baru terus mencuat di permukaan, dengan serta merta pemerintah melakukan berbagai rekayasa politik guna meredam protes massa dan mempertahankan status quo, terlebih menjelang pemilu tahun 1971.
Namun hal tersebut tidak juga berhasil dalam meredam gelombang protes mahasiswa, secara bersama – sama, masyarakat dan mahasiswa terus melancarkan sikap ketidakpercayan mereka terhadap 9 partai politik dan Golongan Karya yang selama ini menjadi wadah aspirasi politik mereka dengan munculnya Deklarasi Golongan Putih (Golput) pada tanggal 28 Mei 1971. Dimana gerakan ini dimotori oleh Adnan Buyung Nasution, Asmara Nababan, dan Arif Budiman. Selain itu mahasiswa juga melancarkan kritik kepada pemerintah yang telah melakukan pemborosan anggaran negara dengan melakukan beberapa proyek eksklusif yang dinilai tidak perlu untuk pembangunan. Salah satunya adalah dengan mendirikan Taman Mini Indonesia Indah, yang sebenarnya proyek – proyek tersebut dijadikan alasan bagi Indonesia untuk terus – menerus menyerap hutang terhadap pihak luar negeri.
Gelombang Protes semakin meledak ketika harga barang kebutuhan semakin melambung dan budaya korupsi di kalangan pejabat pemerintah semakin menular, gelombang protes inilah yang memunculkan suatu gerakan yang dikenal dengan nama peristiwa Malari pada tahun 1974 yang dimotori oleh Hariman Siregar. Melalui gerakan tersebut lahirlah Tritura Baru selain daripada 2 tuntutan yaitu Bubarkan Asisten Pribadi dan Turunkan Harga.

Periode NKK/BKK
Pada masa inilah pergerakan mahasiswa mulai dimatikan peran dan fungsinya oleh pemerintah, yaitu sejak terpilihnya Soeharto untuk yang ketiga kalinya melalui Pemilihan Umum. Maka guna meredam sikap ktiris mahasiswa terhadap pemerintah dan untuk mempertahankan status quo pemerintahan maka dikeluarkanlah Kebijakan Normalisasi Kehidupan Kampus (NKK) melalui SK No.0156/U/1978. Konsep ini mencoba mengarahkan mahasiswa hanya menuju pada jalur kegiatan akademik, dan menjauhkan dari aktivitas politik karena dinilai secara nyata dapat membahayakan posisi rezim. Menyusul diadakannya konsep NKK tersebut maka pemerintah melakukan tindakan pembekuan terhadap beberapa organisasi Dewan Mahasiswa di beberapa kampus di Indonesia yang kemudian diganti dengan membentuk struktur organisasi baru yang disebut Badan Koordinasi Kampus (BKK). Berdasarkan SK menteri P&K No.037/U/1979 kebijakan ini membahas tentang Bentuk Susunan Lembaga Organisasi Kemahasiswaan di Lingkungan Perguruan Tinggi, dan dimantapkan dengan penjelasan teknis melalui Instruksi Dirjen Pendidikan Tinggi tahun 1978 tentang pokok-pokok pelaksanaan penataan kembali lembaga kemahasiswaan di Perguruan Tinggi. Kebijakan BKK itu secara implisif sebenarnya melarang dihidupkannya kembali Dewan Mahasiswa, dan hanya mengijinkan pembentukan organisasi mahasiswa tingkat fakultas (Senat Mahasiswa Fakultas-SMF) dan Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas (BPMF). Namun hal yang terpenting dari SK ini terutama pemberian wewenang kekuasaan kepada rektor dan pembantu rektor untuk menentukan kegiatan mahasiswa, yang menurutnya sebagai wujud tanggung jawab pembentukan, pengarahan, dan pengembangan lembaga kemahasiswaan.
Sehingga praktis, kondisi kehidupan mahasiswa dalam melakukan pergerakan politik menjadi lumpuh. Yang kemudian akhirnya menyebabkan mahasiswa hanya fokus ke urusan akademis dan menjadi apatis. Terlebih lagi dengan munculnya beberapa organisasi kemasyarakatan yang pada saat itu justru menjadi alat kepentingan politik pemerintah. Sehingga tidak heran pada saat itu kondisi rezim semakin kuat dan tegak.

1998

Namun pengekangan terhadap mahasiswa melalui NKK/BKK tidak bertahan lama. Gejolak krisis moneter di seluruh dunia telah membuat kondisi perekonomian di Indonesia terguncang hebat. Hal tersebut ditandai dengan menaiknya angka tukar rupiah terhadap dolar yang menembus Rp 17.000/Dolar. Hal ini tentu saja sangat mengejutkan masyarakat Indonesia, khususnya mahasiswa yang akhirnya animo pergerakannya mulai bangkit setelah sebelumnya mengalami mati suri yang cukup panjang. Dimulai ketika pada saat 20 mahasiswa UI yang mendatangi gedung MPR/DPR RI denga tegas menolak pidato pertanggungjawaban presiden yang disampaikan melalui sidang umum MPR dan menyerahkan agenda reformasi nasional kepada MPR. Kondisi Indonesia semakin tegang sejak harga BBM melonjak naik hingga 71% yang ditandai dengan beberapa kerusuhan yang terjadi di Medan yang setidaknya telah memakan 6 korban jiwa. Kegaduhan berlanjut pada tanggal 7 Mei dan 8 Mei. Yaitu peristiwa cimanggis,dimana pada saat itu telah terjadi bentrokan antara mahasiswa dan aparat keamanan di kampus Fakultas Teknik Universitas Jayabaya, Cimanggis, yang mengakibatkan sedikitnya 52 mahasiswa dibawa ke RS Tugu Ibu, Cimanggis. Dua di antaranya terkena tembakan di leher dan lengan kanan, sedangkan sisanya cedera akibat pentungan rotan dan mengalami iritasi mata akibat gas air mata, Kemudian peristiwa Gejayan di Yogyakarta yang telah merenggut nyawa 1 orang mahasiswa.
Hal tersebut tentu saja makin membuat panas situasi antara mahasiswa dan pemerintah, terutama terhadap militer yang mereka anggap telah berbuat semena-mena terhadap mahasiswa yang berdemonstrasi. Demonstrasi besar-besaran yang dilakukan oleh mahasiswa pun akhirnya semakin merebak dan meluas. Di Jakarta sendiri, ribuan mahasiswa telah berhasil menduduki gedung MPR/DPR RI pada tanggal 19 Mei 1998. Atas berbagai tekanan yang terjadi itulah akhirnya pada tanggal 21 Mei 1998 pukul 09.00, presiden RI pada saat itu, yaitu Soeharto resmi mengundurkan diri, dan kemudian menyerahkan jabatannya ke wakil presidennya yaitu Prof.BJ Habibie.
Namun hal tersebut tidak serta merta membuat masyarakat puas, karena mereka masih menganggap bahwa Habibie merupakan antek orde baru. Peristiwa terus berlanjut hingga menjelang akhir tahun, yaitu ketika sidang istimewa MPR digelar pada bulan November. Mahasiswa terus melakukan perlawanan terhadap pemerintahan Habibie yang masih mereka anggap sebagai regenerasi Orde Baru, dan menyatakan sikap ketidakpercayaan terhadap anggota MPR/DPR RI yang masih berbau orde baru. Selain itu mereka juga mendesak agar militer dibersihkan dari kegiatan politik dan menentang dwifungsi ABRI. Sepanjang diadakannya Sidang Istimewa itu masyarakat bergabung dengan mahasiswa setiap hari melakukan demonstrasi ke jalan-jalan di Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Peristiwa ini mendapat perhatian sangat besar dari seluruh Indonesia dan dunia internasional. Hampir seluruh sekolah dan universitas di Jakarta, tempat diadakannya Sidang Istimewa tersebut, diliburkan untuk mencegah mahasiswa berkumpul. Apapun yang dilakukan oleh mahasiswa mendapat perhatian ekstra ketat dari pimpinan universitas masing-masing karena mereka di bawah tekanan aparat yang tidak menghendaki aksi mahasiswa. Aksi perlawanan terus bergejolak dan ketika itulah tragedi ini bermula. Yaitu ketika beberapa aksi mahasiswa tersebut dihadang oleh pihak militer yang bersenjata api lengkap dengan kendaraan lapis baja mereka. Usaha militer untuk membubarkan mahasiswa telah mengakibatkan bentrok yang cukup hebat, usaha tersebut diwarnai dengan beberapa tembakan senjata yang dilakukan oleh aparat terhadap mahasiswa secara membabi buta guna membubarkan massa. Alhasil, Tindakan membabi buta yang dilakukan pihak militer pada saat itu telah menyebabkan 17 orang meninggal dunia, dan ratuan lainnya luka berat. Korban meninggal dan luka-luka tidak hanya memakan nyawa mahasiswa saja, mulai dari tim relawan kemanusiaan, wartawan, dan masyarakat juga ikut menjadi korban, termasuk anak kecil yang masih berusia 6 tahun tewas tertembak peluru nyasar.
Peristiwa reformasi inilah yang kemudian menjadi catatan kelam negeri ini, yang telah menumpahkan darah mereka-mereka yang ingin berjuang untuk negeri. Yang juga menjadi titik pencerahan baru bagi perubahan Indonesia di masa selanjutnya. Dimana kebebasan dalam menyampaikan aspirasi dan kebebasan pers yang sebelumnya tidak dijumpai pada masa orde baru kembali diperoleh oleh masyarakat di negeri ini. Namun, ada 1 agenda reformasi yang sampai sekarang belum bisa terwujudkan yaitu pemberantasan korupsi yang hingga kini masih menjadi wabah berbahaya bagi stabilitas negara.

Mahasiswa Sebagai Penancap Tombak Peradaban
Peradaban bangsa ini semakin mengalami perubahan adalah tak lain karena ada peran pemuda mahasiswa di dalamnya. Catatan sejarah tersebut setidaknya telah menjadi bukti bahwa mahasiswa selalu menempatkan diri dalam setiap perubahan historik dan patriotik di negeri ini. Mengapa Harus Mahasiswa???
Berdasarkan karakterisitik alamiahnya, pemuda mahasiswa memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan elemen – elemen masyarakat lainnya. Sebagai seorang yang memiliki jiwa muda, mahasiswa merupakan sesosok figur yang bisa dikatakan memiliki karakter yang masih memiliki idealisme yang tinggi dalam berjuang, mereka tidak segan – segan untuk menyuarakan kekesalan dan kritik mereka terhadap siapapun yang mereka anggap menyimpang dari kondisi ideal. Mahasiswa merupakan sosok insan akademis yang sedang menjalankan aktifitas pendidikan yang terbilang tinggi sehingga mereka beranggapan bahwa ilmu yang mereka dapatkan merupakan sebuah senjata pamungkas untuk mengabdikan diri ke masyarakat. Mahasiswa juga dikenal kreatif dalam membangun ilmu yang didapatkannya serta mengaplikasikannya ke masyarakat karena secara biologis pemuda masih memiliki kondisi yang fresh untuk berpikir dan bertindak secara fisik. Mahasiswa sebagai pemuda juga memiliki keingintahuan dan sikap kritis yang tinggi terhadap kondisi di sekitarnya, dan dengan modal intelektualitas yang ia punya ia senantiasa mampu untuk memperjuangkan kondisi sosial yang dilihatnya agar menjadi lebih ideal dan dinamis.
Pada kesimpulannya, mahasiswa memiliki 3 modal dasar yang membuat ia mampu disebut sebagai agent of change (agen perubahan) dan agent of social control (agen pengawas sosial) yaitu kekuatan moralnya dalam berjuang karena pada intinya apa yang ia buat adalah semata – mata berlandaskan pada gerakan moral yang menjadi idealismenya dalam berjuang, yang kedua adalah kekuatan intelektualitasnya, melalui ilmu pengetahuan yang ia raih di bangku pendidikan, ia senantiasa ingin mengaplikasiakan segenap keilmuannya untuk gerakan moral dan pengabdian kepada masyarakat, karena baginya ilmu merupakan suatu amanah dan tanggung jawab yang harus diamalkan, yang ketiga adalah mahasiswa sebagai seorang pemuda memiliki semangat dan jiwa muda yang merupakan karakter alami yang pasti dimiliki oleh setiap pemuda secara biologis, dimana melingkupi kekuatan otak dan fisik yang bisa dikatakan maksimal, lalu kratifitas, responsifitas, serta keaktifannya dalam membuat inovasi yang sesuai dengan bidang keilmuannya.
Mungkin hal – hal inilah yang menjadi faktor utama mengapa pemuda mahasiswa yang selalu menjadi aktor peradaban dan tulang punggung perjuangan bangsa dalam membangun peradabanya, bahkan seorang Soekarno juga mengakui kemampuan yang dimiliki pemuda mahasiswa tersebut melalui statementnya “berikan aku sepuluh pemuda, maka akan aku guncang dunia”. Dan memang begitu lah kenyataannya dan fakta yang tidak bisa ditolak oleh siapapun perihal tinta emas yang telah digoreskan oleh pemuda mahasiswa dimanapun dia berada.
Mungkin sejarah gerakan mahasiswa ini layaknyalah kita jadikan sebagai bahan refleksi kita semua khususnya yang sekarang menjadi seorang mahasiswa bahwa inilah sebenarnya peran dan tanggung jawab kita sebagai pemuda mahasiswa yang telah ditunjukkan oleh para pendahulu kita yang sudah terlebih dahulu menancapkan tombak perubahannya di negeri ini. Lantas kita yang seharusnya melanjutkan perjuangan mereka harus bagaimana???
apakah sejarah ini layak kita sia-siakan dengan keapatisan kita selama ini??
Sudah saatnya pemuda mahasiswa saat ini mulai bangun dari tidur panjangnya, mana semangat pemuda mahasiswa tahun 1908, 1928, 1945, 1966, sampai 1998 yang sempat mengguncang Indonesia tersebut???
mari kita renungkan sama-sama dan kita ciptakan sejarah kita yang nantinya bakal menjadi tinta emas peradaban bangsa kita yang semakin terpuruk ini.

HIDUP MAHASISWA!!!

PEMILIHAN CAGUB & CAWAGUB PERIODE 2017/2018

Assalamualaikum wr.wb

Alhamdulillah telah terselenggara PEMILU FAKULTAS TEKNIK pada hari Kamis, 29 September 2017 yang diadakan oleh tim KPU Fakultas Teknik. Dan mendapat respon antusias oleh mahasiswa teknik sendiri.

Calon kandidat
No urut 1 : Tri Atmaja – M. Riskiyanto
No urut 2 : Arbian Yunus – Iqdham Halim Satria Wibawa.

PEMILU TEKNIK 2017

Pencoblosan oleh Gubernur (Achmad Dwi K.) dan Wakil Gubernur (Abas riyono) BEM Fakultas Teknik tahun 2015-2016.

Pencoblosan oleh Gubernur (M. Andi Pratama) dan Wakil Gubernur (Rifqi Alfianto) BEM Fakultas Teknik tahun 2016-2017.

Pencoblosan oleh calon Gubernur No. Urut 1 (Tri Atmaja) dan calon Gubernur No. Urut 2 (Arbian Yunus) tahun 2017-2018.

 

Kemudian sore hari tepat pukul 16.30 WIB dilakukan perhitungan suara oleh tim KPU bersama sanksi-sanksi dan calon kandidat.

Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara oleh Gubernur Mahasiswa 2016-2017 (M. Andi Pratama), ketua KPU fakultas (Syafrudin Achmad Z.) Beserta saksi-saksi.

Dan diakhiri dengan foto bersama dua calon kandidat bersama ketua KPU Fakultas.

SELAMAT!!! Kepada calon kandidat nomer urut 1 yang telah terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur BEM Fakultas Teknik periode 2017-2018. Berdasarkan hasil perolehan suara PEMILU kemarin (28/9) yang diadakan oleh tim KPU dan diikuti oleh mahasiswa teknik.

Gubernur : Tri Atmaja (Teknik Mesin’15)
Wakil Gubernur : M. Riskiyanto (Teknik Mesin’15)

Semoga bisa amanah dan membawa BEM Fakultas Teknik maju serta lebih baik dari sebelumnya.

MUSYAWARAH BESAR BEM FAKULTAS TEKNIK PERIODE 2016/2017

Assalamualaikum, wr.wb..

Musyawarah Besar (MUBES) ini biasanya dilakukan di akhir periode kepemimpinan suatu organisasi. Dimana MUBES ini berisi sidang-sidang seperti sidang TATIB (Tata Tertib) lalu pembahasan Laporan Pertanggung Jawaban oleh masing-masing Departemen dan BPH (Badan Pegurus Harian) lalu dilanjut beberapa sidang Pleno dimana sidang tersebut membahas tentang AD/ART dan GBHO suatu Organisasi yang dipimpin oleh pimpinan sidang yang terdiri dari Presidium I, Presidium II, dan Presidium III.

Musyawarah Besar BEM Fakultas Teknik Periode 2016-2017 telah berlangsung selama 2 hari yaitu tanggal 19-20 September 2017. Yang sebelumnya dilakukan pembukaan tepatnya pukul 19.30 di Kampus IV Jln. Kasipah No.12 Semarang yang dibuka oleh Dekan Fakultas Teknik UNIMUS.

Pembukaan Musyawarah Besar BEM Fakultas Teknik 2016/2017
Pembukaan Musyawarah Besar BEM Fakultas Teknik 2016/2017
Pembukaan Musyawarah Besar BEM Fakultas Teknik 2016/2017
Pembukaan Musyawarah Besar BEM Fakultas Teknik 2016/2017
Pembukaan Musyawarah Besar BEM Fakultas Teknik 2016/2017
Pembukaan Musyawarah Besar BEM Fakultas Teknik 2016/2017
Pembukaan Musyawarah Besar BEM Fakultas Teknik 2016/2017
Pembukaan Musyawarah Besar BEM Fakultas Teknik 2016/2017

Seusai pembukaan oleh Dekan Fakultas Teknik UNIMUS. Pimpinan Sidang yang terdiri dari Presidium I (M. Andi Pratama),Presidium II (Kukuh Susanto), Presidium III (Kharina Dyah Puspita) yang sebelumnya telah dipilih oleh panitia.

Presidium Sementara

Dimana presidum sementara tersebut memaparkan tentang Tata Tertib Persidangan.

Seusai pemaran tata tertib, presidium sementara digantikan oleh presidium tetap. Dimana Presidium Tetap dipilih oleh Forum langsung, setelah melalui proses diskusi forum maka terpilihlah presidium tetap, yaitu PresidiumI (Andika Novianto), Presidium II (Sugeng Riyadi, dan Presidium III (Beny Ady)

Penyerahan palu dari Presidium Sementara kepada Presidium Tetap
Presidium tetap

Dilanjutkan dengan sesi Lapora Pertanggung Jawaban oleh BPH, dan masing-masing Departemen.

Pemapran LPJ oleh Gubernur Mahasiswa dan Wakil Gubernur Mahasiswa BEM Fakultas Teknik
Pemapran LPJ oleh Sekretaris Umum BEM Fakultas Teknik
Pemapran LPJ oleh Bendahara Umum BEM Fakultas Teknik
Pemapran LPJ oleh Departemen KOMINFO BEM Fakultas Teknik
Pemapran LPJ oleh Departemen ADVOKESMA BEM Fakultas Teknik
Pemapran LPJ oleh Departemen PENGABMAS BEM Fakultas Teknik

Selanjutnya, setelah sesi Laporan Pertanggung Jawaban oleh seluruh pengurus fungsionaris. Dilanjutkan sidang AD/ART serta GBHO BEM Fakultas Teknik dan ditutup dengan Peninjauan Kembali. Sidang tersebut berakhir pada Rabu, 20 September 2017 pukul 05.00 WIB.

Selamat dan sukses atas hasil kerja sama dan kekeluargaan dari BEM Fakultas Teknik, yang telah menyelesaikan kepengurusan dan tanggung jawab serta amanah nya selama satu periode ini yaitu periode 2016/2017.

SELAMAT KEPADA  BEM FAKULTAS TEKNIK yang telah meraih penghargaan sebagai BEM TERBAIK tahun 2017 dalam ajang UNIMUS ORMAWA AWARDS 2017 yang diadakan oleh BEM KM UNIMUS pada tanggal 9 September 2017.

Diharapkan untuk periode selanjutnya bisa mempertahankan bahkan lebih baiknya bisa ditingkatkannya kinerja, tugas pokok, serta fungsi dari masing-masing fungsionaris dan tentunya bisa lebih kreatif serta inovatif dalam menyusun sebuah proker dan tak lupa tetap jalin silaturahmi kepada Dewan Kehormatan Organisasi nya.

Sekian, wassalamualaikum wr.wb..

 

ORASI FAKULTAS TEKNIK 2017

Telah terselenggaranya acara orasi fakultas teknik tahun 2017 ini dengan lancar yang dibuka dengan ceremonial oleh Dekan fakultas teknik (Bpk. Dr. Rm. Bagus irawan, ST, M.Si, IPM) yang kemudian dilanjut dengan persembahan pencak silat oleh tim UKM Tapak Suci Unimus @tapaksuci_unimus .

Seusai Ceremonial dan tampilan dari UKM Tapak Suci Lalu dilanjut dengan perkenalan tim Perpus, TIK, dan masing-masing Kepala Program Studi baik dari S1 Teknik Elektro maupun dari S1 Teknik Mesin beserta Admin Fakultas Teknik.

Dan kemudian dilanjut dengan perkenalan masing-masing HMJ baik dari @hmtm_unimus dan @himatikro.unimus lalu dilanjut dengan makan siang bersama .

Berikut beberapa dokumentasi dari tim @hmtm_unimus

Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin
Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin

Berikut beberapa dokumentasi dari tim @himatikro.unimus

Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro
Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro

Lalu diisi perkenalan oleh tim BEM Fakultas Teknik Unimus, mulai dari perkenalan apa itu BEM ? baik tugas pokok maupun fungsi nya serta perkenalan para pengurus fungsionaritas BEM Fakultas Teknik Periode 2016/2017

Perkenalan BEM Fakultas Teknik kepada Mahasiswa Baru Teknik 2017
Perkenalan BEM Fakultas Teknik kepada Mahasiswa Baru Teknik 2017

Dan sore nya dilanjut dengan orasi dan pembentukan formasi FT lalu ditutup dengan foto bersama.

Berikut beberapa cuplikan dokumentasi selama ORASI FAKULTAS TEKNIK 2017

happy watching 🙂

PEKAN TEKNIK UNIMUS#3 (PEKATEU#3)

Pekan Teknik Unimus#3 merupakan suatu kegiatan atau program kerja BEM Fakultas Teknik Unimus yang rutin dilaksanakan setahun sekali, PEKATEU#3 sudah berlangsung selama 3 tahun berturut-turut termaasuk tahun ini. Pada tahun ini, PEKATEU#3 dilakukan 4 hari, yakni Jumat, 11 Agustus 2017 (Servis Gratis Motor untuk Umum), dilanjut hari Rabu, 16 Agustus 2017 (Seminar Eksekutif dengan tema “Peran Mahasiswa dalam Menghadapi Bonus Demografi), dan puncak acara tersebut yaitu Turnament Futsal Antar SMA/SMK Sederajat yang telah dilaksanakan hari Sabtu-Minggu, 19-20 Agustus 2017.

  • Kegiatan pertama yaitu Servis Gratis Motor untuk Umum

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan BEM Fakultas Teknik juga untuk memperkuat branding BEM Fakultas Teknik UNIMUS. Kegiatan ini dilaksanakan di Halaman Parkir Rektorat UNIMUS, berlangsung sejak jam 09.00-14.00 WIB. Kegiatan ini sangat disambut antusias oleh para penyervis motor, ada yang dari warga setempat, dan para mahasiswa UNIMUS sendiri.

Berikut beberapa dokumentasi Servis gratis motor

  • Kegiatan kedua yaitu Seminar Eksekutif dengan tema “Peran Mahasiswa dalam Menghadapi Bonus Demografi
seminar eksekutif

Alhamdulillah telah terlaksana dengan lancar salah satu acara dalam PEKATEU#3 yaitu SEMINAR EKSEKUTIF pada hari Rabu 16 Agustus 2017 di Gedung NRC Lantai 4 Ruang 408.

Seminar ini dibuka oleh Bapak Dr. Purnomo, ST, M.Eng selaku perwakilan dari Bapak Dekan Fakultas Teknik.
Seminar ini dimoderatori oleh saudara M. Rusdi dan pembicara oleh Bapak H. Setia Iriyanto, SE, M.Si. Seminar ini bertemakan “Peran Mahasiswa dalam Mengahadapi Bonus Demografi” .

Seminar ini juga dihadiri oleh beberapa perwakilan delegasi ormawa unimus dan perwakilan dari beberapa BEM FT Universitas Se-Semarang. Respon mereka pun sangat positif dengan banyaknya audiens yang bertanya kepada pembicara.

Dan seminar ini diakhiri dengan pemberian plakat serta kenang-kenangan oleh Ketua Panitia (Rifqi Alfianto) kepada pembicara (Bpk. H. Setia Iriyanto, SE, M.Si)

pemberian plakat serta kenang-kenangan oleh Ketua Panitia (Rifqi Alfianto) kepada pembicara (Bpk. H. Setia Iriyanto, SE, M.Si)

Lalu Pemberian kenang-kenangan juga kepada moderator (M. Rusdi)

Pemberian kenang-kenangan kepada moderator (M. Rusdi)

dan ditutup dengan foto bersama tamu audiens, pembicara, moderator dan panitia.

  • Kegiatan ketiga yaitu Turnament Futsal Antar SMA/SMK Sederajat

Alhamdulillah telah terlaksana acara puncak dari PEKATEU#3 yaitu Turnament Futsal antar SMA/SMK Sederajat pada tanggal 19-20 Agustus 2017 di Borobudur Futsal Ketileng Semarang.

Yang sebelumnya (Jumat, 18 Agustus 2017) dilakukan Technical Meeting di kampus IV Unimus Jln. Kasipah no.12 Semarang yang dihadiri oleh beberapa perwakilan dari 16 tim tersebut.

Technical Meeting

Turnament ini diikuti oleh 16 tim dari beberapa sekolah SMA SMK sederajat. Diantaranya:
– SMA 14 SEMARANG (A)
– SMA 14 SEMARANG (B)
– SMA 5 SEMARANG – SMK MUH 1 SEMARANG
– SMA ii SEMARANG (A)
– SMA ii SEMARANG (B)
– SMK 7 SEMARANG
– SMA 15 SEMARANG
– MAN 2 SEMARANG
– SMK N 11 SEMARANG
– SMA 2 SEMARANG
– SMK TB SEMARANG
– SMK 17 AGUSTUS SEMARANG
– SMA TB SEMARANG
– SMK PELNUS SEMARANG
– SMK 3 KENDAL

Turnament futsal ini dibuka oleh Dekan Fakultas Teknik Unimus (Bapak Dr. Rm. Bagus Irawan, ST, M.Si, IPM) pada sabtu 18 Agustus 2017 di Borobudur Futsal.

Pembukaan Turnament Futsal Cup
Pembukaan Turnament Futsal Cup
Turnament Futsal antar SMA/SMK Sederajat
Turnament Futsal antar SMA/SMK Sederajat
Turnament Futsal antar SMA/SMK Sederajat

Dan selamat, kepada para pemenang!
Juara 1 : MAN 2 SEMARANG
Juara 2 : SMK TB SEMARANG
Juara 3 : SMK 3 KENDAL
Juara 4 : SMA 5 SEMARANG

Penyerahan hadiah dan trophy dilakukan setelah penutupan oleh Bapak Dekan Fakultas Teknik Unimus kepada para pemenang.


Dan diakhiri foto bersama masing-masing satu tim bersama Dekan Fakultas Teknik dan Ka.Bag RT Kampus IV Unimus Jln. Kasipah No.12 Semarang.

Foto bersama Juara 4 (bawah) dan Juara 3 (atas)
Foto bersama Juara 2 (bawah) dan Juara 1 (atas)

Terimakasih juga kepada seluruh panitia, dan seluruh peserta yang telah ikut bekerja sama dan berpartisipasi dalam serangkaian acara PEKATEU#3 tahun ini! Selamat berjumpa dalam PEKATEU#4 tahun depan semuanyaa!!!

PENGUATAN BRANDING KOMINFO BEM FT UNIMUS

Assalamualaikum wr.wb

Departemen Komunikasi dan Informasi BEM FT UNIMUS Periode 2016-2017 memilik beberapa proker, diantaranya yaitu penguatan branding.

Apa itu penguatan branding? penguatan branding merupakan salah satu usaha untuk memperkenalkan BEM FT UNIMUS secara intern maupun ekstern, serta untuk memperkuat brand BEM FT UNIMUS dihadapan publik dan penikmat media sosial.

Apa saja bentuk nyata usaha-usahanya?

  • Aktif media sosial seperti INSTAGRAM

Untuk ingin lebih jelasnya bisa klik disini , bisa juga dilihat dan difollow instagram kami –> (official_bemftunimus) , untuk bisa mengikuti berita-berita atau laporan yang dishare oleh BEM FT UNIMUS .

  • Aktif media sosial seperti LINE@

Untuk bisa melihat keaktifan line@ official bem ft unimus , silahkan tambahkan kode (@afu3177b) jangan lupa pakai “@” didepannya.

  • Aktif WEBSITE

Halaman web ini merupakan website resmi offiicial dari BEM FAKULTAS TEKNIK UNIMUS. Go –> bemft.unimus.ac.id

BEM FT UNIMUS BERSAMA PIMPINAN FAKULTAS TEKNIK MENGADAKAN LOMBA GUNA MEMPERINGATI HARI KEMERDEKAAN RI KE-72 TAHUN

Lomba-lomba

Assalamualaikum.wr.wb

Dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 tahun. Pada tanggal 28 Juli 2017 , BEM Fakultas Teknik bersama Pimpinan Fakultas Teknik mengadakan berbagai lomba-lomba, dimana pesertanya terdiri dari mahasiswa fakultas teknik dan para pimpinan fakultas teknik UNIMUS. Sebelum lomba tersebut dilaksanakan, acara tersebut dibuka oleh Bapak Dekan Fakultas Teknik UNIMUS (Bapak. Dr. RM. Bagus Irawan, ST, M.Si, IPM) .

Pembukaan
Pembukaan

Setelah serangkaian acara pembukaan selesai. Maka masuk ke acara inti yaitu perlombaan . Ada beberapa kategori lomba yang diperlombakan, diantaranya lomba memasukkan pensil ke dalam botol, lomba makan pisang, lomba mengambil koin, dll

berikut beberapa dokumentasi lomba-lomba nya:

Seusai acara lomba-lomba dilaksanakan, maka saat yang ditunggu-tunggu yaitu “Pembagian Reward” yang diserahkan langsung oleh Bapak Dr. RM. Bagus Irawan, ST, M.Si, IPM selaku Dekan Fakultas Teknik kepada para pemenang lomba, baik dari pimpinan fakultas teknik maupun dari mahasiswa.

Penyerahan hadiah lomba oleh Dekan Fakultas Teknik kepada para pemenang lomba. (Mahasiswa Fakultas Teknik)
Penyerahan hadiah lomba oleh Dekan Fakultas Teknik kepada para pemenang lomba. (Mahasiswa Fakultas Teknik)
Penyerahan hadiah lomba oleh Dekan Fakultas Teknik kepada para pemenang lomba. (Mahasiswa Fakultas Teknik)
Penyerahan hadiah lomba oleh Dekan Fakultas Teknik kepada para pemenang lomba. (Staff Pimpinan Fakultas Teknik)
Penyerahan hadiah lomba oleh Dekan Fakultas Teknik kepada para pemenang lomba. (Staff Pimpinan Fakultas Teknik)
Penyerahan hadiah lomba oleh Dekan Fakultas Teknik kepada para pemenang lomba. (Staff Pimpinan Fakultas Teknik)
Penyerahan hadiah lomba oleh Dekan Fakultas Teknik kepada para pemenang lomba. (Staff Pimpinan Fakultas Teknik)
Penyerahan hadiah lomba oleh Dekan Fakultas Teknik kepada para pemenang lomba. (Staff Pimpinan Fakultas Teknik)
Penyerahan hadiah lomba oleh Dekan Fakultas Teknik kepada para pemenang lomba. (Staff Pimpinan Fakultas Teknik)
Penyerahan hadiah lomba oleh Dekan Fakultas Teknik kepada para pemenang lomba. (Staff Pimpinan Fakultas Teknik)

PENGGALANGAN DANA “PEDULI MAGELANG” BEM FAKULTAS TEKNIK BEKERJA SAMA DENGAN HIMATIKRO

Penggalangan Dana untuk Magelang bekerja sama dengan HIMATIKRO

Assalamualaikum.wr.wb

Bulan April, tepatnya tanggal 3 April 2017 BEM Fakultas Teknik terkhusus Departmen Pengabdian Masyarakat Bekerja sama dengan HIMATIKRO melakukan penggalangan dana untuk korban bencana Banjir Bandang Di Grabag, Kabupaten Magelang kemudian hasil penggalangan tersebut telah disalurkan melalui FEMAT (Forum Eksekutif Mahasiswa Teknik). Saling berbagi untuk sesama melalui Teknik Peduli.
#teknik_peduli #teknik_peduli #teknik_peduli

berikut beberapa dokumentasnya

Penggalangan Dana untuk Magelang bekerja sama dengan HIMATIKRO
Penggalangan Dana untuk Magelang bekerja sama dengan HIMATIKRO
Penggalangan Dana untuk Magelang bekerja sama dengan HIMATIKRO
Penggalangan Dana untuk Magelang bekerja sama dengan HIMATIKRO
Penggalangan Dana untuk Magelang bekerja sama dengan HIMATIKRO

Karena kita sebagai mahluk sosial “saling tolong-menolonglah dalam kebaikan, saling bahu-membahulah ketika melihat saudara kita terkena bencana, dan pedulilah dengan menggalang dana guna menyalurkan bantuan dari beberapa orang untuk bisa sedikit membantu mereka yang sedangn terkena musibah”

WISUDA FAKULTAS TEKNIK TAHUN 2017

Wisudawan dan Wisudawati Fakultas Teknik Tahun 2017

Assalamualaikum wr.wb

Disini, Pimpinan Fakultas Teknik bekerja sama kembali dengan BEM Fakultas Teknik. Yakni menyelenggarakan WISUDA FAKULTAS TEKNIK TAHUN 2017 , yang rencana akan menjadi kegiatan tahunan untuk kedepannya. Wisuda Fakultas Teknik dilaksanakan pada tanggal 20 Mei 2017.

Sebelum masuk ke acara inti, acara ini dibuka oleh Dekan Fakultas Teknik (Bapak Dr. RM. Bagus Irawan, ST, M.Si, IPM) kemudian dilanjut dengan sambutan oleh perwakilan wisudawan terbaik Fakultas Teknik 2017.

Perwakilan sambutan oleh wisudawan terbaik Fakultas Teknik 2017

kemudian dilanjut dengan, pembacaan janji alumni yang dipimpin oleh wisudawan terbaik Fakultas Teknik 2017

Pembacaan Janji Alumni oleh wisudawan terbaik Fakultas Teknik 2017

Lalu dilanjut dengan penyerahan transkip nilai oleh Dekan Fakultas Teknik, Ka.Prodi Teknik Elektro dan Ka.Prodi Teknik Mesin

penyerahan transkip nilai oleh Dekan Fakultas Teknik, Ka.Prodi Teknik Elektro dan Ka.Prodi Teknik Mesin
penyerahan transkip nilai oleh Dekan Fakultas Teknik, Ka.Prodi Teknik Elektro dan Ka.Prodi Teknik Mesin

Seusai pembagian transkip nilai, dilanjut dengan foto bersama

foto bersama seluruh wisudawan prodi teknik elektro
foto bersama seluruh wisudawan prodi teknik mesin
Foto bersama pimpinan fakultas teknik dengan panitia dari bem fakultas teknik